“Menolak SEPILIS (Sekularisme, Pluralisme, danLiberalisme)”*

Gambar

Islam adalah agama Rohmatan lil’alamin yang kita yakini sebagai satu-satunya agama yang diridhoi olehTuhan.Kesyumuliannya tak bisa dipungkiri lagi karena segala aspek permasalahan bisa ditemukan jawabannya dengan mempelajari islam, yakni berpedoman pada Al-Qur’an dan Al-Hadits. Kehidupan sosial baik sesama pemeluk islam maupun antar non-Islam juga sudah ada ketentuannya. Bahkan kita akan menyetujui sebuah pernyataan bahwa bilamana dalam suatu negara didominasi oleh Muslim, maka non-Muslim pun masih mendapatkan kehidupan yang sejahtera. Namun sebaliknya, ketika suatu negara didominasi oleh non-muslim, maka belum tentu masyarakat muslim yang minoritas mendapatkan hak untuk bisa hidup dengan tenang menjalankan aktivitas ibadahnya. Contoh saja Muslim Rohingnya yang mendapatkan perlakuan tidak layak dari masyarakat non-muslim Myanmar. Mereka hanya bisa pasrah ketika didholimi karena mereka tidak diakui keberadaanya sebagai warga Myanmar disebabkan memeluk islam. Pastilah akan sangat berbeda ketika Islam menjadi agama mayoritas. Insya Allah non-muslim pun akan mendapatkan haknya sebagai warga Negara.

Kemajuan Islam yang sangat pesat diseluruh penjuru dunia membuat mereka [non-muslim_red] geram. Berbagai upaya telah dilakukan oleh mereka agar Islam tidak dapat lagi berjaya dan mudah berkembang. Dengan memasukkan benih-benih pemikiran yang menyimpang dari Islam, mereka para antek-antekpembenci Islam telahmeracuni orang-orang muslim melalui jalur yang kita kenal dengan sebutan Ghozwul fikri. Untuk menghancurkan Islam tak perlu lagi dengan serangan fisik. Sekarang sudah tak zamannya lagi perang face to face. Untuk saat ini mungkin mereka sedang bergembira dan tertawa terbahak-bahak karena umat Islam sekarang sudah mulai banyak yang terpecah belah. Banyaknya organisasi-organisasi keagamaan menjadikan Islam ini semakin lemah kekuatannya.Apalagi dengan diserukannya tiga virus untuk menghancurkan islam, yakni sekularisme, pluralisme, dan liberalisme atau biasa disingkat dengan SEPILIS. Penyakit yang sangat mematikan tentunya. Singkatnya, sekularisme adalah doktrin yang menolak campur tangan nilai-nilai keagamaan dalam urusan manusia. Pluralisme berarti semua agama pada hakikatnya menyembah pada tuhan yang sama, hanya beda dalam penyebutan, semuanya benar, tidak boleh mengklaim salah satu agama saja yang benar. Sedangkan liberalisme lebih condong kepada kebebasan manusia yang tak boleh terbatasi oleh suatu apapun, terutama oleh aturan agama.

Istilah SEPILIS (sekularisme, pluralisme, dan liberalism) tidaklah asing di kalangan kaum muslimin. Pasalnya keberadaan mereka selama ini memerankan sebagai musuh umat Islam Indonesia. Mereka adalah antek imperialis zionisme asing di Indonesia yang bekerja demi kucuran dollar, merusak dan melakukan subversi terhadap Islam.Mereka menamakan dirinya sebagai “Kelompok Moderat” versi Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya, yang mempunyai komitmen kuat untuk memasarkan ide-ide tentang sekularisme, pluralisme, dan liberalisme. Dengan bantuan para tokoh pemikir muslim indonesia, diantaranya seperti Jaringan Islam Liberal (JIL) yang dimotori oleh Ulil Abshar Abdalla, menjalankan aksinya untuk merusak aqidah dan keyakinan umat Islam.

Pluralisme tidak akan berkembang tanpa adanya liberalisme dalam agama, karena banyak sekali paham pluralisme yang menyimpang dari agama. Liberalisme tidak  akan tumbuh subur dan bebas bila sebuah negara tidak sekular karena sifat destruktif atau penghancur dari liberalisme terhadap ajaran agama akan terlindungi oleh pemerintah yang sekular. Sementara itu negara yang sekular sangat memerlukan warga negara yang pluralis, karena negara akan benar-benar steril dari campur tangan ajaran agama, pasalnya warga negara yang pluralis tidak akan lagi berdakwah untuk mengembangkan agamanya karena dipikirnya untuk apa berdakwah bila seseorang beragama apapun sudah terjamin masuksurga. Begitu juga negara sekular akan diuntungkan oleh warganya yang liberalis dalam beragama, karena banyak sekali nash-nash agama yang menyatakan sekularisme adalah penghancur agama, nash-nash tersebut akan berubah makna dengan sendirinya sehingga seakan-akan sekularisme adalah ajaran agama.

Itulah kaitan ketiga “isme” tersebut, bahkan penganut sekularisme akan dengan mudah menjadi penganut pluralisme atau liberalisme. Dan bisa jadi satu orang bisa mendapat gelar sebagai pejuang sekularisme, pluralisme, dan liberalisme. Sebagai mahasiswa yang mendapatkan gelar intelektual dari kalangan masyarakat sangat rawan terpengaruh oleh pemikiran-pemikiran barat yang bertentangan dengan ajaran Islam. Idealisme masa-masa bangku kuliyah harus kita gunakan untuk aktivitas-aktivitas yang positif. Kita diberikan akal untuk membedakan mana yang baik dan mana yang benar.Namun nafsu sering kali mengalahkan akal, sehingga bukan kebaikan  yang dianut, namun kebatilan yang menguasai akal. Allahumma arinal haqqo haqqon warzuq nattiba’ah waarinal bathila bathilan warzuqnajtinabah. ( M. Muzzakki Aufa I Kadept. Kastrat 2013-2014 )

*NB : Tema yang akan didiskusikan pada hari Selasa, 29 Oktober 2013 pukul 16.00 WIB di samping audit kmpus 3

By :Kastrat KAMMI IAIN Walisongo Semarang

Pos ini dipublikasikan di Departemen Hubungan Masyarakat dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s