Siapkah Kita Ber-UIN…?*

Gambar

Konversi IAIN menuju UIN sebenarnya bukanlah menjadi berita yang baru. Namun tak bisa juga dikatakan sebagai berita yang basi karena memang dari berbagai kalangan civitas akademika maupun mahasiswa IAIN Walisongo masih selalu mempertanyakan kapan perubahan itu benar-benar terjadi. Bagi mahasiswa yang hanya ingin mendapatkan nama, pasti sangat mengharapkan perubahan tersebut. Mereka hanya berpikir kalau nama UIN menjadi lebih hebat daripada IAIN. Itu juga mampu meningkatkan gengsi mereka ketika disandingkan dengan unversitas-universitas besar lainnya, khususnya di Semarang dan umumnya di Indonesia. Namun ada juga dari beberapa kalangan yang ingin tetap mempertahankan pada kultur IAIN karena merasa lebih nyaman dengan nama awal itu. Dan tentunya mereka tak ingin prodi-prodi keislaman tersaingi oleh prodi umum. Rata-rata di UIN-UIN saat ini prodi keislaman yang sejatinya menjadi core pendidikan tinggi Islam menjadi dinomorduakan. Kalah bersaing dengan keberadaan prodi-prodi umum atau eksak. Akibatnya, banyak calon mahasiswa baru masuk UIN untuk menempuh prodi-prodi umum atau eksak. Kalau tidak diterima, baru mereka masuk ke prodi-prodi kesilaman seperti Ushuluddin dan Dakwah.
Di sinilah, timbul pro-kontra dalam rencana berubahnya IAIN ke UIN.

            Dilandasi keinginan untuk memberikan sumbangan yang lebih besar pada masyarakat, IAIN Walisongo merasa siap mengubah diri menjadi universitas. Dengan konversi menjadi Universitas Islam Negeri (UIN), pengembangan studi ke depan tidak hanya terbatas pada bidang keislaman konvensional. Konversi menjadi UIN itu diharapkan bisa menyinergikan ilmu keislaman dengan ilmu lain yang dijiwai dengan nilai-nilai Islam. Dengan begitu, akan lahir ilmu yang integratif, yang tidak lagi bersifat dikotomis. IAIN Walisongo beserta 4 IAIN lain, yaitu IAIN Sunan Ampel Surabaya, IAIN Sumatra Utara, IAIN Aceh, serta IAIN Palembang tengah menanti menjadi UIN. Menurut kepala bagian perencanaan IAIN Walisongo, Nasrudin, seharusnya tahun 2013 adalah waktu perubahan status dari IAIN Walisongo menjadi UIN Walisongo. Namun rencana itu sempat tertunda karena adanya UU No. 12 Tahun 2012. Dalam UU tersebut, dapat dipahami, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), belum membuat peraturan pelaksana Sehingga harus menunggu sampai Kemendikbud selesai menyusun aturan tersebut. Lagi-lagi tertunda. Mungkin tahun depan, atau tahun depannya lagi. UIN-sya Allah lah berubah.

Di lain pihak, IAIN telah berusaha untuk memenuhi segala perlengkapan sebagai syarat perubahan. Mulai tahun ini jumlah mahasiswa baru telah ditingkatkan pesat menjadi sekitar 2500 mahasiswa dari yang sebelumnya yang hanya 1500an mahasiswa. Tapi sayangnya, bertambahnya jumlah mahasiswa tak diimbangi dengan peningkatan jumlah dosennya. Begitu juga gedung-gedung yang rencana akan dibangun untuk perkuliahan belum jadi. Sehingga untuk mengatasi masalah kekurangan gedung maupun dosen, pihak Institut memberlakukan jam kuliah malam. Ada beberapa kendala yang dihadapi dalam pemberlakuan jam kuliah malam ini. Misalnya, masalah keamanan. Tidak semua mahasiswa IAIN berdomisili di Semarang. Sehingga dikhawatirkan perjalanan malam hari akan membahayakan keselamatan mahasiswa. Selain itu, perkuliahan malam akan terkendala bilamana terjadi pemadaman listrik. Karena tak semua fakultas memiliki jenset. Selain itu, bagi mahasiswa yang tinggal di pesantren pun merasa keberatan. Biasanya dari pihak pesantren tidak memberikan izin keluar malam karena malam hari ada kegiatan pondok.

Birokrasi kampus yang masih perlu diperbaiki, gedung-gedung yang tidak memadahi, kurangnya dosen pengajar, keamanan yang belum maksimal, dan kekurangan-kekurangan yang lain menjadi masalah yang perlu dipertanyakan dari kesiapan IAIN untuk berubah menjadi UIN. Sudahkah IAIN benar-benar siap meng-UIN?

*NB : Tema yang akan didiskusikan pada hari Rabu, 18 September 2013 di samping audit 2 kampus 3

by : Kastrat

Pos ini dipublikasikan di Departemen Hubungan Masyarakat. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s