DAMPAK REVOLUSI INFORMASI

Gambar

Pada masa dahulu, buku adalah referensi pertama yang menjadi teman setia penambah wawasan pembuka cakrawala dunia, menenteng buku kesana kemari sudah menjadi hal yang lumrah dan biasa. Dan sekarang, sebagian besar orang lebih memilih menomor duakan buku dengan lebih memilih radio, televisi dan layanan internet dengan alasan lebih cepat diakses tanpa ada acara ribet. Keadaan telah berubah, jumlah orang yang gemar membaca buku semakin terdegradasi karena berbagai macam kesibukan dan sempitnya waktu, menuntut hal-hal yang serba cepat dan instan.

Memang benar adanya bahwa apapun yang ada didunia ini pasti tidak akan terlepas dari yang namanya perubahan. Entah dalam ranah politik, sosial, ekonomi, budaya, tanpa terkecuali edukasi akibat adanya Transformasi yang dibangun oleh peradaban. Transformasi yeng berawal dari revolusi pertanian dan industri ribuan tahun lalu, sekarang telah merambah kekancah informasi dengan ditemukannya teknologi yang semakin cepat dan berkembang pesat  (red:internet). Aktivitas manusia modern pun tak terlepas dari penggunaan internet, mulai dari sekedar mencari informasi sampai pada propaganda. tidak dapat disangkal lagi Karena pentingnya informasi dalam era globalisasi ini, sampe sampe ada istilah yang mengatakan bahwa siapa yang menguasai informasi ia akan menguasai dunia. Dan ia pun akan muncul sebagai pemenangnya. harus kita pahami bahwasanya Revolusi Informasi digunakan sebagai sebuah tujuan terjadinya transformasi kemasyarakatan menuju ke tingkat yang lebih baik dibanding sebelumnya. Dengan hadirnya layanan komputer dan internet telah menciptakan perubahan besar berdampak positif diberbagai dimensi, mulai dari memudahkan transaksi jual beli, ilmu pengetahuan yang dengan begitu mudahnya berkembang, aksesibilitas yang kian mempermudah dunia bisnis, industri, militer dan bahkan sosial politik.  

Meski begitu, perlu kita ketahui bahwasanya revolusi informasi tidak hanya berdampak positif, tetapi ada juga dampak negatifnya. Revolusi informasi yang kini sedang dijajakan sebagai suatu rahmat besar bagi manusia menjadi tantangan tersendiri, bagaimana kemudian kita dapat memanfaatkannya dengan sebaik mungkin kearah progresivitas. Ada beberapa dampak yang begitu mencolok pada era sekarang ini, yaitu terkait penyalahgunaan media informasi itu sendiri,  rekayasa sosial dengan segala pernak perniknya oleh oknum oknum yang sangat luar biasa. Pemutarbalikkan fakta yang sudah menjadi permainan sosial bagi kalangan-kalangan tidak bermoral.

Dampak lain dari revolusi informasi adalah membuat masyarakat modern semakin malas. Mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat. Bagi kalangan para pemburu ilmu dan pecinta buku, dari beberapa sumber data saya mengamati bahwasanya memang minat baca orang-orang diseluruh dunia mengalami kemerosotan setelah adanya internet sebagai tempat pencari informasi. Pada kenyataannya kita memang hanya membaca beberapa halaman artikel yang ditawarkan, dan menyimpannya di komputer jika dirasa terlalu panjang,  mengunduh buku-buku elektronik yang kita inginkan. Tapi apakah setelah kemudian hari kita membaca seluruhnya ?😀 diakui atau tidak, terkadang alat-alat yang kita pakai seringkali menurunkan kualitas kita. Tulisan – tulisan di internet dibuat berdasarkan efisiensi dan kesegeraan. Karena itu, tulisan – tulisan di internet cenderung lebih pendek dan lebih ringkas. Berbeda dengan artikel – artikel di internet, buku ditulis dalam format yang lebih kompleks. Dengan demikian, buku memaksa kita untuk lebih banyak berpikir. Karena memang ketika kita membaca artikel-artikel di internet pasti disertai tautan artikel lainnya yang menggoda kita untuk beralih ke artikel lainnya, Selain tautan, masih ada iklan dan video – video yang memecah konsentrasi kita dalam membaca. Inilah yang menyebabkan orang tidak bisa fokus ketika membaca artikel di internet. Saat kita semakin terbiasa membaca informasi di internet, otak kita mulai memprogram ulang dirinya. Saat itulah kita akan mulai merasa berat membaca buku bahkan sebuah artikel yang agak panjang.

dengan begitu seharusnya kita mengatur dan memanfaatkan sebaik mungkin sarana-sarana hasil dari revolusi informasi tersebut dengan proporsi seimbang untuk mencetak progresivitas kehidupan. Semoga bermanfaat !

 

Penulis: Erycka Septiriona I Kadept. Humas KAMMI Komsat IAIN Walisongo 2013-2014

Gambar: http://2.bp.blogspot.com

Pos ini dipublikasikan di Departemen Hubungan Masyarakat dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s