BERAWAL DARI DIRI SENDIRI

Gambar

kebaikan kolektif perbaikan ummah rabbani, ayalkah hanya dengan berkoar-koar tanpa tindak real dari diri kita sebagai titik awal dari perubahan itu sendiri? It’s Imposible Sobat, bukankah seperti salah satu sabda cinta dari baginda rosullullah bahwa kunci sebuah perubahan itu adalah “Ibda’ Bi Nafsih”, memulai dari diri sendiri.

Bicara tentang “perubahan”, memang satu kata yang sangat mudah untuk diucapkan. In the fact, apakah segampang dan semudah yang kita lisankan? Nah maka dari itu, sepertinya kita memang harus belajar banyak dari alam, mengambil hikmah dan ibrah yang sekiranya dapat kita manfaatkan demi perbaikan. kita ambil contoh, sebuah batu yang keras didalam sebuah gua, terlubangi hanya dengan tetesan air, bukan hanya sekedar persoalan ketekunan, tapi kemeluberan dari hal yang awalnya kecil, menjadi meluas dari hal- hal sepele yang tidak kita duga pada awalnya. Tidak ada uang besar yang tidak berawal dari uang recehan. Kalo katanya seorang trainer bernama wihoho sc kesuksesan besar adalah hasil dari kumpulan kesuksesan-kesuksesan kecil.

And the Next, kita harus Memperbaharui pergeseran paradigma pribadi kita ke tingkat akurasi dan kesadaran yang lebih tinggi. Pasti para pembaca udah ga asing lagi kan dengan ayat yang satu ini, salah satu firman Nya yang memang sudah begitu familiar, yupz,  QS. Al-Ra`d (13) bahwasanya

Allah berfirman, “Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan  yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.”  

Saat kita merubah paradigma kita, maka perubahan itulah yang akan merubah sikap dan perilaku kita. Tinggal Bagaimana kita merealisasikannya. Orang yang menjadi pemimipin dalam perubahan yaitu orang yang mampu memimpin diri sendiri, karena seorang tak mungkin memimpin dan mengubah orang lain, bila ia tak sanggup memimpin dan mengubah dirinya sendiri. Ketika kita hanya sekedar menyibukkan diri berorator ria untuk mengubah ummah sesuai yang kita harapkan ,tanpa adanya tindak nyata yang kita lakukan, hanyalah none sense yang kita dapatkan. Berawal dari hal terkecil, memulai dari diri kita sendiri, berhenti menyalahkan dan mengeluhkan orang lain, memulai dari yang sederhana untuk menciptakan hal yang istimewa untuk perbaikan ummah sesuai yang kita harapkan. Efek sinkronisasi itu pasti ada sobat, so, la takhof, tetap semangat menuju perbaikan. salam Negarawan !

 

Penulis: Erycka Septiriona I Kadept. Humas KAMMI Komsat IAIN Walisongo 2013-2014
Gambar : http://startwithurself.blogspot.com

Pos ini dipublikasikan di Departemen Hubungan Masyarakat. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s