KAMMI Is My Choice

Gambar“De, udah dapet kos-kosan belum?” Tanya seorang ABG (Akhwat Berkerudung Gede).

        “Belum mbak,,” Jawabku polos.

        “Ini mbak mau nawarin kos-kosan. Murah kok de, ada yang 600rb,700rb,dll” Jawab wanita itu.

        “Iya mbak, makasih” Ujarku dengan senyuman kecil.

        Ketika aku sedang registrasi dikampus 1 aku didatangi oleh seorang wanita asing, ternyata dia mau menawarkan kos-kosan. Alhamdulillah ada yang menawariku tempat tinggal, sebenarnya aku juga bingung mau nyari kos-kosan dimana untuk tinggal di Semarang.

        Brosur itu ku masukan dalam tas, setelah selesai registrasi aku langsung pulang kerumah. Sampai dirumah kupahami brosur itu, ternyata yang ditawarkan wanita itu adalah pesantren mahasiswa Qolbun Salim. Aku sangat tertarik dengan brosur itu, dan berencana untuk survey ke tempat itu.

…cd…

        Dua hari kemudian aku ke Semarang lagi dengan Asih. Asih adalah saudara kembarku. Allah menakdirkan Asih sebagai orang yang selalu menemani hidupku. Setelah sampai di Semarang kami langsung menuju tempat yang ada di brosur itu. Ku telusuri jalanan turun, aku dan asih pun mulai kebingungan.

        “mas mau tanya? Tau pesantren Qolbun Salim ga?” Tanyaku kepada laki-laki yang tinggal di YPMI.

        “ga tau mbak, coba lurus aja ntar kalo ada gang kecil masuk” jawab laki-laki itu.

        “Ooo, nggih matursuwun mas” jawabku dengan sopan.

        Aku terus menyusuri jalanan Ringinwok, sebenarnya masih bingung tempatnya tapi aku tetap optimis dan yakin Allah pasti menolongku. Alhamdulillah aku bertemu dengan ibu-ibu yang sedang ngobrol dipinggir jalan.

        “buk ngertos Pesantren Mahasiswa Qolbun Salim mboten bu?” tanyaku kepada salah satu ibu-ibu itu.

        “Oo, nggih mbak mriki kulo padoske mbak-mbak e ten ndalem” jawab ibu itu sopan.

        “nggih matursuwun bu” jawabku dengan senyuman.

        Alhamdulillah, Allah mendengar doa ku. Akhirnya sampai juga aku di Pesma Qolbun Salim. Disana aku ngobrol banyak dengan mbak Rus selaku bendahara dan mbak Nurul. Sebenarnya aku bingung dengan tempat itu, ku kira pesantren Mahasiswa itu bangunannya seperti pondok pesantren pada umumnya ternyata tidak. dan semakin bertanya-tanya lagi setelah masuk ke rumah itu pandanganku langsung tertuju pada tempelan-tempelan yang ada di dinding rumah itu. Banyak tempelan kertas yang bertuliskan “KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia)”

        “Apa to KAMMI itu?” gumanku dalam hati.

        Selesai ngobrol-ngobrol tentang Pesma aku dan Asih diajak ke Pesma lain yang ada disekitar Ringinwok. Setelah itu ke Pesma yang ada di Segaran. Selesai berkunjung, aku dan Asih langsung pamit pulang. Aku tertarik si sama Pesma itu, cuman kendalaku adalah jauh kalau jalan kaki. Tapi kendala itu tak membuatku mengurungkan niat untuk tinggal di Pesma. Akhirnya aku dan Asih sepakat untuk tinggal di Pesma.

…cd…

        Tanggal 15 Agustus aku mulai pindah ke Semarang. Aku memutuskan untuk tinggal di Pesma Al-Hamra yang letaknya tak jauh dari Pesma Al-Izzah, Pesma yang aku kunjungi pertama kali. Semua barang-barang telah ku persiapkan dengan baik. Aku pergi ke Semarang bersama Asih, mas ku, dan nenek tercintaku.

        Hari-demi hari ku lewati, aku sangat senang tinggal di Pesma karena di Pesma banyak teman dari berbagai Kota. Waktu itu ada seorang wanita yang datang ke Pesma, sikapku cuek saja karena aku tak mengenali wanita itu. Aku baru melihatnya ketika dia mau pergi lagi. Kulihat dia dari belakang, dia memakai jaket yang dibelakangnya bertuliskan “Muslim Negarawan”. Pandanganku langsung tertuju pada jaket itu, aku bertanya-tanya itu jaket apa?? Rasa penasaranku itu membuatku ingin sekali memiliki jaket itu entah mengapa?.

        Di Pesma banyak mbak-mbak pesma yang bercerita kepadaku, tentang organisasi, kehidupan di Kampus, dan lain-lain. Cerita darinya membuatku paham dan lebih hati-hati lagi, karena kampus IAIN ternyata jauh dari perkiraanku dulu. Ketika mereka bercerita kepadaku, hal yang sering mereka singgung adalah tentang organisasi KAMMI. Sebenarnya aku juga masih bingung KAMMI itu apa? Bukankah KAMMI itu tulisan yang ada di pesma al-Izzah itu? Aku semakin penasaran. Dan setelah banyak bercerita aku menjadi paham dan mantap ingin masuk dalam organisasi itu.

        “rum, kamu mau ikut KAMMI??” tanya teman ku.

        “ikut dong” jawabku mantap.

        Mendekati hari Daurah Marhalah I, sikapku biasa-biasa saja karena aku juga belum tau Daurah Marhalah I itu apa? disana aku ngapain?. Sehari sebelum hari H aku hanya mempersiapkan peralatan pribadiku saja, paling tambahannya Cuma buku tulis dan pena saja. Begitu santainya aku..

        Bulan september 2010, komsat IAIN mengadakan DM I. Aku masih ingat waktu itu kita berangkat sore hari. Aku sangat semangat dan senang. Sampai dilokasi aku langsung bergegas ke ruangan dan mempersiapkan barang-barangku karena aku tau akan ada materi disore hari. Pada saat materi pertama aku senang dan sangat antusias. Hari itu tidak ada acara lain selain materi, materi dan materi.. kegiatan itu membuatku sangat lelah.

        Ketika tiba materi tentang Syahadatain, aku mencoba untuk memahamkan diriku. Aku sadar, bahwa aku adalah orang terbodoh dalam diriku sendiri. Aku menginginkan angan-angan yang besar, tapi aku tak pernah berusaha untuk meraihnya. Sangat kecil kemungkinan angan-angan ku itu akan terwujud. Aku jarang baca buku, aku jarang merasa haus ilmu, itulah aku,,, Ya Allah,, ampunilah kebodohan hambamu ini.

        Malam itu, aku menyesal. Aku menyesali diriku sendiri. Aku menangis. Selalu ku salahkan diriku sendiri. Hingga rasa tangisku itu membuatku lelah dan tertidur. Sekitar pukul 03.00 malam aku dibangunkan untuk shalat tahajud. Sebenarnya dalam hatiku masih kesal, aku masih ngantuk, aku masih capek. Tapi mau ngga mau aku harus mengikuti kegiatannya karena itu sudah termasuk rangkaian acara. Di sisi lain, aku sangat takjub dengan organisasi KAMMI. Meskipun mengadakan acara sesibuk apapun tak menjadi halangan untuk melaksanakan shalat-shalat sunah. Jadi, ilmu dapet ruhiyah juga terkontrol dengan baik. Semoga Allah selalu memberkahi organisasi ini. Amin…

        Hari terakhir acara DM I adalah mengenai aksi, aku sangat antusias mengikuti materinya karena pematerinya cerdas dan bisa memahamkan. Dari beliau aku menjadi paham ternyata aksi/demo itu ada dalilnya. Dan aksi yang dilakukan dalam organisasi KAMMI pun tak sembarangan. Ada prosedurnya. Hmm,,, terima Kasih atas ilmunya.. materi itu membuatku yakin dan pede untuk ikut aksi. Meskipun terkadang ortu ku melarangku untuk ikut demo.

        Tibalah saatnya untuk perpisahan.

        “Barakallah de, maaf jika selama kegiatan banyak salah” ujar salah satu panitia kepadaku saat perpisahan.

        “iya mbak, jazakillah” jawabku dengan mata berkaca-kaca.

         Sedih memang. Acara DM1 itu akan selalu aku kenang dalam hidupku dan pelajaran paling berharga bagiku. Mulai sekarang tibalah waktuku untuk mandiri, berubah ke arah yang lebih baik, dan berguna bagi orang lain. Itulah yang aku harapkan setelah mengikuti acara DM I.

        Aku sudah DM I. Berarti itu tandanya aku sudah menjadi bagian dari KAMMI. Aku sangat bersyukur. Namun, perjuangan ku tak sebatas di situ saja. Banyak serentetan kegiatan yang akan kulaksanakan dalam organisasi itu. Ada Madrasah KAMMI, Baksos, Sekolah Politik, Diskusi, Mabit, Rihlah, MUSKOM, dan lain-lain

        Acara yang paling berkesan bagiku adalah ketika acara Bhaksos. Aku ditugaskan sebagai sie pengobatan gratis, mengisi TPQ, dan melatih nari anak-anak desa binaan. Seminggu sebelum acara Bhaksos, aku sering melatih anak-anak untuk nari.

        Hari pertama ketika latihan aku pergi kesana dengan ukhti vidin, kakom (akh lukman), dan akh syukron. Tugasku melatih yang perempuan dan ikhwan melatih yang laki-laki. Sebenarnya aku malu, karena latihanku bersebelahan dengan ikhwan. Tapi, apa boleh buat. Terbatasnya tempatlah yang menjadi problem waktu itu.

        “kalo nglatih iku pake bahasa jawa ukh” ujar kakom.

        “terserah ana to akh, antum diem aja jangan ikut campur” jawabku ketus.

        Astagfirullahal adzim. Subhanaka inni kuntuminadholilmi. Masih ku ingat kata-kataku waktu itu, aku sangat menyesal karena apa yang ku lakukan itu adalah kepada kakom, pemimpinku sendiri. Aku belum bisa menghormati dan menaati pemimpin ku dengan baik. Ampunilah hambamu ini Ya Allah. Aku sudah meminta maaf padanya. Semoga saja beliau bisa memaklumi kesalahanku. Dari kejadian itulah aku banyak khilaf dan berusaha untuk selalu menjaga lisanku, serta berhati-hati dalam bertindak.

        Alhamdulillah, latihan nya berjalan dengan lancar. Meskipun terkadang anak lupa dengan gerakannya, tapi aku yakin mereka pasti bisa. Dan menampilkan yang terbaik saat pentas nanti.  Tugasku sebagai sie pengobatan gratis adalah mencari ide pengobatan apa yang akan kita lakukan. Jauh-jauh hari aku sudah berniat untuk mengadakan pengobatan secara herbal atau bekam. Aku memilih itu karena aku tau manfaat dari pengobatan tersebut dan  pengobatan itu adalah sunah Rosul, sangat dianjurkan. Namun setelah syuro, ternyata kondisi ekonomi KAMMI waktu itu masihlah minim, banyak pengeluaran-pengeluaran yang sangat penting. Dan setelah beberapa pertimbangan akhirnya pengobatan bekam di ganti dengan pengobatan bisa saja. Sedih memang, mungkin Allah SWT belum meridhoi rencanaku itu, no problem. Aku hanya bisa pasrah dan berdoa suatu saat nanti impianku itu bisa terwujud.. amin.

        Tibalah saatnya acar Bhaksos dimulai. Dari kegiatan kerja bakti, materi tentang sosial, pengobatan gratis, lomba anak-anak, TPQ, pengajian umum, dan lain-alain. Alhamdulillah kegiatan itu berjalan dengan baik meskipun ada kendala sedikit pada saat pelaksanaan. Banyak hikmah dari kegiatan tersebut. Dan kegiatan itu menjadikan kader-kader KAMMI siap dan tanggap jika nantinya terjun dalam kehidupan bermasyarakat.

        Hal paling menyedihkan bagiku adalah ketika berpisah. Itulah yang ku alami ketika acara perpisahan Bhaksos. Meskipun waktu itu dompetku beserta isinya tertinggal dalam saung. itu semua karena kecerobohanku sendiri, hehehe. Tak masalah, aku yakin Allah SWT akan menggantinya dengan yang lebih baik, amin. Saat perpisahan masih terasa sekali ukhuwah para kader,  persaudaraan yang terbina dengan masyarakat disana, khususnya Bu tun, pemilik rumah yang kita singgahi selama acara Bhaksos, Bu Aminah, orang yang sangat berjasa sekali dalam menegakkan budaya Islami didesanya, dan masyarakat lain yang selalu menebarkan senyum dan keramahannya kepada kita semua. Semoga Allah selalu memberkahi desa itu, amin.

        Desa itulah desa binaan KAMMI, InsyaAllah kita semua akan selalu berusaha istiqomah untuk membina, mengadakan acara-acara yang bermanfaat disana. amin. TAKBIR…!!!! ALLAHU AKBAR!!!

…cd…

        Selama kepengurusan di KAMMI, aku diamanahi dalam divisi kaderisasi. Padahal sebelumnya aku belum begitu paham apa tugas-tugasnya dalam kaderisasi. Aku berusaha semaksimal mungkin melaksanakan apa yang menjadi kewajibanku, meskipun terkadang aku masih sering mengeluh karena capek, banyak tugas, dan lain-lain

        Hampir setahun sudah kepengurusan KAMMI, alhamdulillah aku mulai sedikit paham dan mengerti arti pentingnya organisasi ini. Ketika aku belum bisa berkontribusi aku merasa ada yang kurang. Mungkin karena jiwa organisasi itu sudah melekat dalam jiwaku.

        Ya Allah…

        Kuatkan kaki ini untuk melangkah..

        Kuatkan jiwa ini agar selalu istiqomah..

        Dengan segala kekuranganku..

        Dengan segala kebodohanku..

        Genggamlah selalu hatiku..

        Tuntunlah diriku..

        Dalam mengarungi jalan dakwah ini…

        Takbir….

        Allahu Akbar..

        Mungkin itulah sedikit pengalamanku selama di KAMMI. Semoga sedikit yang aku ceritakan tadi bisa diambil hikmahnya dan teman-teman bisa terhibur.. siapapun yang membaca ini.. afwan jika selama ini ana banyak salah dan khilaf..

        Kader-kader KAMMI..

        Ayooo…

        Tetap semangat..

        Tetap istqomah..

        Di jalan dakwah…

        Semoga Allah memberkahi kita semua… amin..

       

       

 

*Kader KAMMI AB I Angkatan 2010

 Kadep Kaderisasi Periode 2012-2013

 Kependidikan Islam/Tarbiyah

Pos ini dipublikasikan di Departemen Hubungan Masyarakat. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s