RUU Intelijen Membunuh Hak Kita

RUU intelijen merupakan rencana Undang – Undang tentang pengawasan negara akan sesuatu yang membahayakan negara, mungkin itu yang dimaksud. Dengan disahkannya UU Intelijen akan membuat hak manusia tertutup dan tidak terbuka lagi dalam menyampaikan pendapat kita tentang negara ini. Kita sebagai mahasiswa penerus bangsa yang diharapkan oleh negara justru akan ditutup suara kita tentang pendapat kita akan negara yang kali ini telah mengalami kemunduran besar. Mungkin benar adanya UU Intelijen negara akan aman terhadap ancaman dari para teroris karena semua informasi terpusat ke BIN dan apa saja yang dikira mencurigakan akan ditangani oleh BIN. Seperti halnya mahasiswa hendak melantangkan suara mereka tentang adanya masalah dalam tubuh pemerintah, mereka akan di ciduk dan dibawa oleh BIN untuk diperiksa. Dengan disahkannya UU Intelijen akan muncul Orde Baru Jilid II yang semua informasi terpusat pada presiden dan sesuatu yang menyinggung negara akan di diperiksa.

Dalam pasal UU Intelijen masih banyak yang perlu dikoreksi lagi seperti banyaknya pasal yang multitafsir dalam UU Intelijen serta belum adanya batasan-batasan dalam penyadapan informasi jika diteruskan akan mengakibatkan penguasalah yang berhak memutuskan akan penafsiran itu dan dimana saja akan di sadap informasinya terutama tempat – tempat yang banyak memperhatikan pemerintah sepertihalnya media. Saat rezim itu berkuasa dan pihak intelijen bebas menindak pihak yang dianggap mengancam keamanan nasional. Selain itu, yang menimbulkan ketakutan adalah persoalan keamanan nasional, di mana penguasa bisa membelokkan intelijen untuk melindungi kepentingannya. Sehingga pihak-pihak yang kontra dengan penguasa akan dihilangkan. Kami sangat khawatir keberadaan UU ini akan memasung hak asasi manusia dan demokrasi yang sedang berkembang di negara ini. Jadinya masyarakat akan takut untuk berkumpul dan menyampaikan pendapat mereka.

Dengan RUU yang memberikan kewenangan intelijen sangat luar biasa, mereka bisa menangkap orang yang dianggap bersalah seenaknya. Padahal, orang yang ditangkap belum tentu bersalah.  Memang keberadaan UU Intelijen saat ini dibutuhkan demi menjaga keamanan, stabilitas, serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Tapi apabila itu disalah gunakan oleh penguasa yang mempunyai kepentingan pribadi, maka ia akan menggunakan BIN untuk kepentingannya.

Pos ini dipublikasikan di Departemen Kajian Strategis, Forum Bebas. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s