Menginspirasi dan membangun Indonesia Kembali

Menginspirasi dan Membangun Kembali Indonesia

Negara Indonesia adalah negara yang sangat dipuji oleh negara lain karena mempunyai keunikan tersendiri, bahkan jika kita menoleh ke sejarah bangsa ini maka bisa kita simpulkan beberapa negara penjajah indonesia sangat diuntungkan dengan keberadaan sumber daya alam (SDA) atau kekayaan alam yang melimpah ruah, dan jumlah penduduk yang sangat besar dengan berbagai keragaman suku yang dimiliki serta iklim dan cuaca yang sangat mendukung dengan letak geografis yang sangat setrategis, inilah Indonesia kita…..

Akan tetapi jika kita menoleh lagi ke Negara tetangga semisal Malaysia, singapura dan negara-negara lain yang kita tau Sumber Daya Alam mereka masih jauh ketinggalan dalam hal kualitas alam misalnya ternyata bisa membawa kemajuan yang signifikan, cobalah kita semua berfikir, lini manakah yang harus kita perbaiki untuk bangsa kita, kita melihat keunikan yang dimiliki keelokan, Sosial, budaya, kasta SDM, pendidikan, politik, dan pertahanan sosial negeri ini sangat rendah jika dibandingkan dengan negara lain, dan ini seharusnya menjadi perhatian kita bersama untuk dievaluasi kemudian dicari solusi yang terbaik dalam rangka memajukan Indonesia….

Kebangkitan Indonesia adalah harga mati, sebuah kemestian yang harus dilakukan bersama, selama elemen bangsa ini masih memiliki kesungguhan dan tekad yang kuat, serta kesungguhan yang kuat untuk terlibat, dengan kerja-kerya yang nyata dan strategi-strategi jitu serta bersama-sama dari semua elemen yang ada, dalam waktu yang sangat dekat maka dengan kesungguhan elemen tadi maka indonesia akan menemui kejayaannya, simak langkah-langkah strategisnya dalam beberapa sektor….

Membangun Kekuatan Lapis Intelegensi baru.

Indonesia ternyata sudah sangat lama dijadikan sebuah proyek modernisasi, dan tentunya proyek ini membawa perubahan sosial politik, serta ekonomi disebabkan karena inovasi ilmu dan perkembangan industrialisasi, tentunya proyek ini juga membawa paradigma modernitas yang bercirikan rasionalisasi Ekonomi dan rasionalisasi-rasionalisasi yang lain, bahkan dalam sifat nilai-nilai yang terjajah, dunia modernisasi yang tidak terarah ini secara mendasar memiliki makna pemisahan fakta dengan nilai, dan etis dengan teoritis, artinya disini orang tidak akan memandang suatu fakta dari kacamata baik buruk, akan tetapi fakta dipandang sebagai realitas dan dengan ukuran realitas juga oleh karenanya secara umum tidak memiliki hubungan dengan nilai Agama.

Memang hal ini (poyek modernisasi) terjadi sudah sangat lama sekali sejak modernisasi melanda barat dan ketika itupun indonesia sudah mengirim para didikanya ke sekolah-sekolah barat untuk mempelajari modernisasi tersebut, dan akhirnya sampai ke indonesia, memang pada awalnya modernisasi ini dijadikan sebuah sikap pembaharuan dan kemajuan Indonesia, akan tetapi justru pembonceng modernisasi diantaranya Ekonomi Kapitalistik, utang luar Negeri, mental individualistik, gaya hidup barat dan ideologi pemisahan fakta dengan nilaipun marak dan menjadi onak dan duri bagi kehidupan bangsa ini.

Maka harapan untuk membangun lapis intelegensia baru harus ada untuk membawa harapan baru indonesia, suatu lapis intelegensi yang memiliki sifat-sifat utama yang bisa dijadikan modal untuk menyelesaikan permasalahan bangsa ini, generasi yang akan menggantikan estafet kepemimpinan dengan sikap mental dan kapasitas bagus untuk negeri ini dalam menghadapi zamannya, dan tentunya bukan hal yang mudah, karena lapis intelegensi baru ini akan membawa proyek modernisasi menuju narasi yang lebih beradab dan berkeadilan, dan potensi yang dapat diandalkan dalam negeri sendiri tentunya harus dijadikan langkah awal yang dilakukan lapis intelegensi ini dan mengusung gerakan atas nama moral yang akan menghasilkan nilai-nilai kejujuran hingga akhirnya kembali memunculkan harapan bangsa, dan masyakat yang bersih anti Korupsi, kolusi dan nepotisme.

Ada tiga kapasitas yang harus dimiliki oleh intelegensia baru ini, yang pertama adalah kapasitas ketakwaan, kapasitas ini yang akan menghasilkan sifat-sifat utama seseorang dalam semua aktifitas. Kapasitas yang kedua yang harus dimilki adalah intelektualitas. Kapasitas intelektual yang mumpuni tentunya akan mengubah arah kepemimpinan baru dengan gagasan yang segar pula. Kapasitas yang terakhir adalah harus memiliki kapasitas jaringan yang luas diera informasi ini, jaringan inipun harus kuat yang akan menentukan seberapa besar sumber daya yang dapat digunakan dalam meraih tujuan. Kapasitas-kapasitas inilah yang harus dimiliki oleh integensia baru, dan selanjutnya harus dimiliki oleh masyarakat luas (mensosial) untuk kemajuan Indonesia.

Persatuan Kompleksitas Indonesia

Sudah dinyatakan diatas tentang keaneragaman budaya serta suku yang ada didalam bangsa ini, ternyata dapat menjadi bahan bakar yang sangat potensial bangsa untuk dapat bangkit, keragaman memang mensyaratkan kompromi dan toleransi namun hal ini juga memiliki potensi bagi terwujudnya sebuah solusi, kemajemukan ini tentunya akan menjadi peluang besar bagi bangsa indonesia untuk kembali merebut kejayaan.

Menjadi persoalan adalah bagaimana kita menghilangkan sekat atau penghalang pemersatu ini, coba kita ingat ajang sepakbola dipiala AFF yang baru saja selesai, kita tahu ratusan ribu suporter memadati stadion Gelora Bung karno pada saat itu dan mereka terdiri dari kelompok suporter Jakarta (The jak Mania) ada yang dari Malang (Aremania) dan dari daerah yang lain dan budaya kerusuhan pun hilang karena kecintaan persatuan, sorak-sorai dukungan pun terdengar kompak, inilah yang sebenarnya diharapkan. Dalam hal ini kita juga perlu mengupayakan sebuah ruang dialog bagi keragaman, semacam ruang rubrik bagi gagasan yang ada agar terjadi tindak komunikasi yang sehat dan produktif.

Pemberlakuan Otonomi Daerah (Pembangunan Pedesaan)

Ekonomi kerakyatan, dan pemberdayaan usaha kecil dan menengah dengan kebijakan ekonomi yang Bottom Up, memberikan kebebasan bagi daerahnya masing-masing untuk mamajukan daerahnya, sehingga penghasilan daerah pun (PAD) akan meningkat sesuai dengan pemberdayaan potensi Daerah masing-masing. Sektor-sektor perekonomian yang dikembangkan disetiap daerah tentunya harus didayagunakan dan dikelola dengan baik oleh masyakat didaerah tersebut, yang jadi permasalahan disini biasanya adalah terjadi dikotomi pembangunan diperkotaan dan pedesaan yang mengakibatkan tersedotnya potensi pedesaan menuju kota dan bisa kita lihat banyak sekali orang desa pergi menuju ke kota yang dinilai lebih menjanjikan, dan kondisi ini banyak terjadi didaerah yang sebenarnya potensial dalam pembangunan daerahnya sendiri, inilah yang sebenarnya harus diluruskan. Oleh karena itu perlu penataan pembangunan yang adil untuk menanggulangi kondisi ini.

Gerakan mahasiswa islam dalam perubahan Sosial dan pertahanan Negara.

Saatnya indonesia bangkit dari keterpurukan ini dengan kepemimpinan sosok pemuda, para generasi muda inilah yang harus diberikan porsi yang cukup untuk berkreasi dengan ide-ide baru yang cemerlang serta peran sebagai agen social of change untuk diimplementasikan, kemampuan intelektualitas, enerjik, idealis, dan peran strategis.

Peran paradigma Intelektual profetik inilah yang harus dimainkan, pemuda dengan keunggulan dibidang keilmuan yang didasari dengan iman, berfikikir kritis, progresif tidak minimalis, tidah berleha leha, serta selalu semangat dalam perjuangan dengan tekad membara untuk pebaikan, dan inilah sosok pemuda yang diharapkan, sehingga dengan kemampuan yang dimilikinya akan ditakuti oleh musuh-masuh Islam, keunggulan profetik ini adalah untuk menggapai kemuliaan Islam kembali.

Dalam hal perubahan arah gerak bangsa tentunya para mahasiswa ini punya bargaining dan pengaruh yang sangat signifikan, kita bisa mengingat lagi proses awal Reformasi besar-besaran pada tahun 1988 penghancuran rezin diktator Suharto yang dilakukan dengan penuh semangat yang membara dari elemen mahasiswa dan ini menjadi contoh kecil dan usaha awal untuk perubahan yang lebih baik, tentunya perubahan bukan hanya dengan Aksi atau Demo akan tetapi peningkatan kualitas intelektual profetik untuk membawa bangsa kepada yang lebih baik, dan intelektual Profetik inilah salah satu paradigma KAMMI.

Pada saat ini kekuatan pertahanan Indonesia berada dalam kondisi “Under Capacity” kritis, bahkan apabila dijajarkan dengan negara anggota ASEAN, Indonesia berada pada posisi terbawah, rendahnya kemampuan dalam menerapkan teknologi baru dibidang pertahanan menyebabkan perlatan militer yang dimiliki kebanyakan sudah tua, usang dan ketinggalan daripada negarayang lain, dengan jumlah riban pulang dan jutaan penduduk memang seharusnya lini pertahanan Negara ini harus lebih maksimal, lemahnya kekuatan pertahanan Indonesia juga menyebabkan lemahnya Bargaining position bangsa dengan komunitas muslim terbesar ini dihadapan bangsa lain, akibatnya indonesia mudah diprofokasi oleh bangsa lain dalam banyak sisi perlu pertahanan kekuatan yang memadai, maka gerakan mahasiswa Islam terasa perlu untuk memahami situasi, memberikan pandangan dan mengambil sikap serta tindakan yang jelas.

Tawaran sebagai gerakan mahasiswa Islam dapat dimulai dari kesadaran sebagaimana yang dipahami oleh Hasan al-Banna bahwa Nasionalisme dalam Islam dapat diartikan sebagai negara dan tanah Air, berarti hak dan kewajiban seorang Muslim sebagai warga negara bisa berbentuk pembelaan terhadap negara dan tanah air, kesadaran ke dua tertumpu pada kesadaran bahwa jihad tertinggi dijalan Allah adalah dengan Perang (Qital), jihad atau perang dalam hal ini diambil sebagai kekuatan Ekspansi dan kekuatan diri, dalam konteks Negara, kebijakan perang diambil juga sebagai bagian dari kekuatan dan pertahanan.

Hal lain yang bisa kita lihat adalah berdasarkan konstitusi (UUD 1945 Pasal 30 Ayat 1) setiap warga negara memiliki hak dan kewajiban yang sama dalam urusan pembelaan negara, ini berarti bahwa hak dan kewajiban gerakan mahasiswa islam juga dalam hal bela negara sama dengan hak dan kewajiban TNI sebagai sesama warga negara. Ini yang harus kita cermati bersama menuju kesadaran peran pertahanan.

Pemberantasan dan pengadilan Koruptor

Indonesia terkenal dengan negara terkorup dan julukan ini harus dihilangkan dari paradigma masyarakat ataupun negara lain, karena secara otomatis akan mengganggu kesetabilan pemerintahan dan kepercayaan masyarakat dan negara lain terhadap Indonesia, memang dalam realita yang ada pejabat-pejabat Indonesia banyak yang korupsi dan ini harus menjadi perhatian besar bagi semua kalangan, bukan hanya KPK, POLRI atau penegak hukup yang lain, akan tetapi dari sisi keluarga, lingkungan masyarakat, Sekolah, harus bersama-sama mewujudkan generasi anti korupsi, dan ini adalah PR besar bagi bangsa dan rakyat Indonesia.

Berbagai politisi dan penegak hukum menawarkan berbagai solusi untuk membasmi penyakit korupsi ini, ada yang mengusulkan hukuman mati, ada juga yang hartanya disikat habis atau ditahan dan dimiskinkan, semua itu boleh saja dilakukan agar menjadi efek jera, akan tetapi yang tidak kalah pentingnya disini adalah penanggulangan tindak pidana korupsi lewat berbagai sektor tadi, diantaranya keluarga, dari sektor ini pelatihan, pembinaan penanaman sifat takwa dan jujur harus dilakukan sedini mungkin dan peran orang tua sebagai suri tauladan pun perannya sangat signifikan disini, yang kedua adalah dari sektor lingkungan, Lingkungan yang baik adalah yang menghasilkan akhlak atau perilaku yang baik dalam segala aktifitas, disinilah pembentkan pribadi dan karakter terbentuk, selanjutnya pendidikan pun sangat mepengaruhi, Akhlak, ke agamaan, pembinaan, dan pendidikan anti korupsi dan kewarga negaraan yang lebih maksimal menjadi salah satu sektor dalam penanggulangan.

Demikian sedikit kami uraian dari segi sudut pandang kami, dan sebenarnya masih banyak kerja-kerja konkrit, solutif yang lain yang akan kami tawarkan dan belum kami sampaikan, semoga dilain waktu bisa kita lanjutkan. Semangat Tuntaskan perubahan. Wallahu ‘a’lam……

NB: Wacana Buku Capita Selecta KAMMI

Oleh: Ismaturrohman El Ayyubi

(Ketua KAMMI Komsat IAIN Walisongo SMG)

Foto Agenda Bhaksos dan Bazar (Pemberdayaan Potensi SDM)

  • Ketrampilan Home Industri pembuatan telor Asin dan tiwul enak
  • Penyuluhan Pertanian dan Peternakan.
  • berbagai lomba Anak2, ibu (Membuat Kue)
  • Pengobatan Gratis
          • Follow Up : Pembentukan kelompok Usaha Tani dan kelompok Usaha Home Industri telor Asin Beraneka Rasa.
Pos ini dipublikasikan di Departemen Dana Usaha, Departemen Hubungan Masyarakat, Departemen Kaderisasi, Departemen Pengabdian Maysrakat, Forum Bebas. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s