KAMMI Aksi Boikot Pemilwa Kampus

KAMMI aksi dikampus untuk bisa masuk kampus jadi pake nama aliansi “GARDAMAS”

Pemilwanya aneh, Kampusnya Jadi Aneh…..

Melihat kondisi perpolitikan dikampus sungguh sangat ironi sekali, praktek Demokrasi yang carut marut membuat Kampus kita jadi super aneh, bahkan jika kita bandingkan dengan kondisi kampus lain sungguh sangat berbeda sekali, kampus lain akan tertawa melihat ini, pantas ketika kampus kita hanya berjalan ditempat alias tidak maju – maju.

Berjalannya keorganisasian Kemahasiswaan di IAIN Walisongo semarang di lembaga Eksekutif dan Legislatif ini yang perlu kita pertanyakan, apakah mereka sudah melaksanakan amanahnya dengan baik? Apakah fungsi Legislasi dan pengawasan sudah mereka jalankan? Tentu saja ketika mereka sudah melaksanakan dengan baik maka kondisi tidak akan carut marut seperti ini, bahkan kami menilai mereka sebenarnya belum tahu yang terbaik buat mahasiswa sehingga pergantian sistem dalam pemilu kampus seringa terjadi, mahasiswa akan bingung dengan kondisi kampusnya?

Pemilwa (Pemilihan umum Mahasiswa) sebagai bagian kecil dari praktek Demokrasi pun carut marut, dari mulai penjadwalan yang tidak logis, Verifikasi yang tidak jelas, bahkan keberadaan KPM (Komisi Pemilihan Mahasiswa) pun masih banyak dipertanyakan oleh mahasiswa, bagaimana terbentuknya? Padahal disini harus ada Trnsparansi kepada seluruh Mahasiswa, ini menjadi semakin memperburuk citra kampus kita yang tercinta ini.

Kita semua sudah tahu tentang berbagai permasalahan dalam pemilwa ini, kenapa harus diteruskan? Ibarat demokrasi yang cacat kita biarkan berjalan. Disini kami mengatasnamakan “GARDAMAS” Gerakan Demokrasi Mahasiwa bersikap :

  1. Menuntut pertanggung jawaban kepada PR3 atas kebijakan yang tidak berpihak kepada seluruh mahasiswa IAIN Walisongo.
  2. Kami Boikot Pemilwa karena prosesnya tidak logis.
  3. KPM yang sekarang ada beserta peraturan – peraturannya semua kami anggap tidak sah karena dari mulai terbentuknya juga tidak sesuai dengan koridor yang ada.

Ismaturrohman

Kordinator Lapangan

Pos ini dipublikasikan di Departemen Hubungan Masyarakat, Departemen Kaderisasi, Departemen Kajian Strategis, Forum Bebas. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s