Berjuanglah !!!

ukhti-kartun

Untuk Ikhwah KAMMI kita sebaiknya trus maju jangan putus asa dari rahmat Allah, karena Allah akan menolong hamba-Nya yang berusaha dan juga tawakal kepada-Nya. dan dimanapun kita pasti diketahui oleh Allah walaupun kita didalam gedung yang sangat rapat lagi kokoh. Akhwat jagalah akhlakmu karena apa yang ada pada dirimu adalah perhiasan yang bisa menarik setiap orang yang melihatnya. dikau adalah mahkota jikalau kau dalam kerusakan maka rusaklah singgasana kerajaan. Afwan ini ada bacaan di baca ya… biar tahu

TASYABBUH

Salah satu persoalan yang sering luput dari perhatian kita adalah persoalan tasyabbuh dengan non muslim. Hal ini sangat memprihatinkan kita, karena masyarakat kita yang mayoritas penduduknya muslim, mestinya identitas keislamanlah yang lebih menonjol di tengah masyarakat kita. Ironis memang, kenyataan yang terjadi malah sebaliknya, apalagi di kota-kota besar, kemestian berada di satu kutub, namun kenyataan berada di kutub yang lain. Yang lebih menyedihkan lagi, banyak di kalangan orang tua yang tidak perduli dalam persoalan ini. Padahal tanggung jawab pendidikan anak-anak ada di pundak kedua orang tua mereka. Ingatlah firman Allah SWT yang mengingatkan kita agar selalu berhati-hati dengan non muslim, Yahudi dan Nashara: Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu sehingga kamu mengikuti agama mereka. (QS. 2:120) Rasulullah SAW bersabda: Dari Abu Said Al-Khudri ra dari Nabi SAW beliau bersabda: “kalian akan mengikuti jalan-jalan orang yang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta, sehingga jikalau mereka memasuki lobang dhab (nama binatang) niscaya kalian juga akan memasukinya. Kami bertanya : Ya Rasulullah, (apakah mereka ) Yahudi dan Nashrani? Beliau menjawab : Siapa lagi?” (Bukhari 6889, Muslim 2669, Ibnu Hibban 1595, Ibnu Majah 3994, Ahmad 8315) Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk dari mereka”. HR:Ahmad dalam musnad, Abu Daud 4031 dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Bani dalam Shahih al-Jami’ as-Shaghir. Tasyabbuh secara etimologi berarti menyerupai dan secara terminologi yang terdapat dalam al-Qur’an dan as-Sunnah yaitu : menyerupai orang-orang kafir dari berbagai segi, akidah, ibadah, adat dan berbagai macam sikap yang merupakan ciri khas mereka. Termasuk dalam larangan ini adalah menyerupai orang-orang fasik dan bodoh, kendati mereka adalah orang Islam, seperti orang-orang yang belum sempurna imannya. Dari penjelasan di atas bisa kita ambil kesimpulan bahwa segala hal yang bukan bagian dari sifat khusus mereka, baik dalam segi akidah, ibadah, adat, dan tidak bertentangan dengan nash dan dasar agama, tidak membawa kepada kerusakan, maka semua itu tidak termasuk tasyabbuh.

KENAPA KITA DILARANG MENYERUPAI ORANG KAFIR?

Sebelum kita menjawab pertanyaan ini, ada satu kaidah yang harus selalu kita ingat yaitu : agama Islam dasarnya adalah berserah diri kepada seluruh hukum Allah SWT dan Rasul-Nya. Yaitu membenarkan segala berita dari Allah dan Rasul-Nya, menjunjung perintah dan menjauhi larangan keduanya. Kalau kita sudah mengetahui kaidah di atas, maka setiap muslim harus : menerima segala yang berasal dari Rasulullah SAW , menjunjung segala perintahnya dan menjauhi segala larangannya, dan di antara larangannya adalah menyerupai orang-orang kafir. Setelah itu tidak mengapa kita mengatakan bahwa sebab pelarangan menyerupai orang kafir sangat banyak, di antaranya:

Pertama: Sesungguhnya setiap perbuatan orang kafir dasarnya adalah sesat, menyimpang dan merusak, baik dalam akidah, ibadah, adat, hari-hari besar maupun dalam tingkah laku. Adapun kebaikan yang berasal dari mereka, itu adalah pengecualian. Perbuatan baik yang mereka lakukan tidak akan ada pahalanya. Firman Allah SWT: Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan. (QS. 25:23)

Kedua: menyerupai orang kafir (dalam berbagai hal) menjadikan kaum muslimin sebagai pengikut mereka. Ini merupakan perbuatan menentang Allah SWT dan Rasul-Nya dan mengikuti jalan selain jalan orang-orang yang beriman. Firman Allah SWT: Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya. dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mu’min, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia kedalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruknya tempat kembali. (QS. 4:115)

Ketiga: sesungguhnya menyerupai orang kafir, biasanya akan membawa rasa kagum terhadap orang kafir. Hal itu akan membawa kekaguman kepada agama, adat, akhlak, perbuatan dan segala kesesatan dan kebatilan yang berasal dari mereka. Hal ini sudah terbukti dengan jelas dan nyata sekali, seperti yang terjadi di beberapa negara yang mayoritas penduduknya adalah muslim. Kekaguman kepada orang kafir seperti ini pasti akan berdampak kepada meremehkan dan menghina sunnah-sunnah Nabi SAW, menolak segala petunjuk dan kebenaran yang dibawa oleh Rasulullah SAW dan yang diamalkan para salafus saleh.

Keempat: menyerupai akan berdampak adanya rasa cinta, sayang dan sikap loyal terhadap yang ditiru. Ini adalah perkara fithrah yang sudah dipahami setiap orang yang berakal. Kelima: kita dilarang menyerupai orang kafir karena sesungguhnya menyerupai mereka biasanya, menjadikan kita dalam posisi yang hina dan lemah. Inilah yang saat ini banyak terjadi terhadap kaum muslimin yang meniru-niru orang-orang kafir. Sehingga dalam menuntut ilmu agama Islam pun banyak di kalangan kaum muslimin yang belajar dari non muslim, sehingga ketika pulang kembali ke kampung halamannya, bukan ilmu agama bermanfaat yang dibawa pulang, namun ajaran-ajaran yang berasal dari Barat yang ujung-ujungnya mengkritik ajaran-ajaran Islam yang jelas tercantum dalam al-Qur’an dan al-Hadits.

BEBERAPA PERKARA YANG TERDAPAT LARANGAN MENYERUPAI ORANG KAFIR SECARA UMUM

Larangan menyerupai secara umum terbagi enam macam:

Pertama: segala hal yang berhubungan dengan akidah.Ini adalah tasyabbuh yang paling berbahaya. Perbuatan ini adalah perbuatan yang sudah membawa kepada kekafiran dan kesyirikan. Seperti memuja orang-orang shaleh, melakukan perbuatan ibadah kepada selain Allah SWT, meyakini bahwa Allah SWT memiliki anak seperti orang-orang Nashara yang mengatakan bahwa Isa anak Allah dan Yahudi yang mengatakan bahwa Uzair adalah anak Allah SWT, dan seperti bertahkim kepada selain hukum Allah SWT.

Kedua: segala hal yang berhubungan dengan hari-hari besar (hari raya).Hari-hari besar, sekalipun biasanya termasuk dalam masalah ibadah, namun terkadang masuk dalam perbuatan adat, tetapi hari-hari besar tersebut telah ditentukan dalam syar’i dengan nash-nash yang sangat banyak. Karena hal ini sangat penting, telah diriwayatkan tentang larangan-larangan menyerupai orang-orang kafir. Dan telah ditentukan pula dalam sunnah bahwa hari besar Islam (hari raya) hanya ada dua. Hari-hari besar tersebut antara lain seperti perayaan hari lahir dan perayaan-perayaan yang diadakan secara rutin setiap tahun, setiap bulan. Semua itu termasuk tasyabbuh dengan orang-orang kafir yang dilarang dalam agama Islam.

Ketiga: dalam hal ibadah. Secara terperinci telah diriwayatkan dalam hadits-hadits Nabi SAW tentang larangan tasyabbuh dengan orang-orang kafir dalam masalah ibadah seperti menta’khirkan waktu shalat maghrib, menta’khirkan berbuka, meninggalkan makan sahur dan yang lainnya.

Keempat: dalam persoalan akhlak dan adat. Seperti pakaian, ini yang dinamakan ciri yang nampak. Telah diriwayatkan dari Nabi SAW secara ijmal dan tafshil larangan tasyabbuh dalam masalah ini, seperti memotong jenggot, membuat bejana dari emas, memakai pakaian yang merupakan ciri khas orang-orang kafir, bergabungnya laki-laki dan perempuan dan yang lainnya yang merupakan adat dan kebiasaan mereka.

HUKUM-HUKUM TASYABBUH

Sesungguhnya hukum-hukum tasyabbuh secara terperinci, tidak mungkin menyebutkannya satu persatu, karena setiap keadaan dari berbagai macam jenis tasyabbuh ada hukum tertentu yang berdasarkan nash-nash yang jelas dan kaidah-kaidah yang disusun oleh para ulama. Tetapi ada sebagian hukum yang bersifat umum, yang bisa mencakup berbagai macam jenis tasyabbuh secara umum, bukan secara rinci, semua itu akan dijelaskan berikut ini:

Pertama Menyerupai orang-orang kafir yang merupakan perbuatan kufur atau syirik seperti tasyabbuh dalam bentuk I’tiqad dan tasyabbuh pada sebagian ibadah, seperti menyerupai orang Yahudi, Nashara dan Majusi dalam masalah akidah dan tauhid. Seperti tha’thil (meniadakan) yaitu menolak asma dan sifat Allah SWT dan mengingkarinya. seperti meyakini bahwa Allah SWT berada/bertempat pada salah satu makhluk-Nya, atau menyatu dengan salah satu makhluk-Nya. Seperti juga mensucikan seseorang dari makhluk seperti nabi dan orang-orang shaleh, berdoa dan beribadah kepada mereka bukan kepada Allah SWT. Demikian pula bertahkim/membuat hukum bukan kepada hukum Allah SWT, tetapi kepada hukum dan undang-undang yang dibikin oleh manusia. Semuanya itu bisa merupakan perbuatan syirik, dan bisa juga merupakan perbuatan kufur yang mengeluarkan kita dari Islam.

Kedua Tasyabbuh yang merupakan perbuatan maksiat dan fasik. Dalam hal ini meniru orang-orang kafir pada sebagian adat dan kebiasaan. Seperti makan dan minum dengan tangan kiri, memakai cincin dan perhiasan dari emas bagi laki-laki, mencukur jenggot, laki-laki menyerupai perempuan dan sebaliknya. Semuanya itu adalah perbuatan fasik dan maksiat.

Ketiga Tasyabbuh yang hukumnya adalah makruh (dibenci). Yaitu dalam beberapa masalah yang diragukan/diperselisihkan antara tasyabbuh dan tidak, antara boleh dan tidak. Karena alasan ini, kita dimakruhkan melakukan perbuatan tersebut agar jangan sampai terjatuh dalam penyerupaan dengan orang-orang non muslim. Sekarang timbul pertanyaan; apakah dari orang-orang non muslim yang boleh kita ikuti? Sesungguhnya yang boleh adalah segala hal yang bukan merupakan ciri khas mereka yang membedakan mereka dengan kaum muslimin yang shaleh. di samping itu juga tidak membawa mafsadah (kerusakan) yang besar terhadap kaum muslimin atau manpaat bagi non muslim yang berimplikasi kepada hinanya kaum muslimin. Dan termasuk yang dibolehkan adalah mengambil faidah dari hasil produksi mereka yang tidak membawa kepada kerusakan kaum muslimin. Demikian pula halnya ilmu-ilmu keduniaan yang tidak menyentuh masalah akidah. Semuanya itu adalah termasuk yang dibolehkan. Wallahu A’lam.

GOLONGAN-GOLONGAN YANG DILARANG UNTUK DITIRU

  • Golongan yang pertama

Orang-orang kafir secara umum, telah nyata nash yang melarang meniru orang non muslim secara umum, bukan secara khusus. Atas dasar ini, termasuk di sini orang-orang musyrik, Yahudi, Nashara, Majusi, orang-orang yang tidak bertuhan dan yang lainnya. Kita dilarang menyerupai segala hal yang menjadi ciri khas mereka dalam masalah ibadah, adat, pakaian. Seperti sabda Nabi SAW kepada Abdullah bin Umar ra ketika beliau melihatnya berpakaian warna kuning: Sesungguhnya ini adalah pakaian orang-orang kafir, maka jangan kamu memakainya”. HR:Muslim 2077) Hadits ini jelas menunjukkan bahwa pakaian kalau menunjukkan ciri khas non muslim, maka tidak boleh bagi seorang muslim memakainya.

  • Golongan kedua

Orang-orang musyrik, banyak riwayat yang menjelaskan tentang larangan ibadah, hari-hari besar dan perbuatan mereka seperti : bersiul, bertepuk tangan meminta syafaat dan bertawassul dengan makhluk kepada Allah SWT di dunia, seperti bernazar dan menyembelih untuk kubur. Salafus saleh ra membenci segala hal yang merupakan ciri khas orang-orang musyrik dan setiap perbuatan mereka, sebagaimana yang dikatakan Abdullah bin Amar bin Ash ra dan yang lainnya: “Siapa yang tinggal di negeri orang musyrik, mengikuti nairuz dan festifal mereka serta meniru mereka sampai mati, maka ia dihalau pada hari kiamat bersama mereka”. (HR:Baihaqi 9/234).

Golongan ahli kitab, mereka adalah Yahudi dan Nashara. Kita dilarang meniru segala hal yang menjadi ciri khas mereka dalam masalah akidah, ibadah, adat, pakaian dan hari-hari besar, seperti membangun kuburan dan menjadikannya masjid, merayakan hari besar mereka atau ikut serta dalam acara mereka dll.

Golongan Majusi, termasuk ciri-ciri mereka : menyembah api, mensucikan para raja dan para pembesar, mencukur jengkot dan memanjangkan kumis dan membuat bejana dari emas dan perak.

Golongan orang-orang Jahiliyah, banyak larangan yang menjelaskan tentang larangan meniru perbuatan kamu jahiliyah baik berupa ibadah, akhlak, adat maupun syi’ar seperti orang yang muhrim (orang yang berihram) di panas terik matahari, seperti yang dilakukan orang-orang syi’ah pada saat ini, menampakkan aurat atau sebagiannya, sekterian, membanggakan jabatan, mencela nasab, meratapi kematian. Nabi SAW datang untuk menolak segala hal yang berasal dari jahiliyah. Termasuk yang berasal dari jahiliyah dan ditolak oleh Islam adalah ikhtilath (bercampur baur antara antara laki-laki dan perempuan) dan riba.

Golongan syaithan, termasuk yang dilarang dalam meniru mereka adalah syaithan. Nabi SAW menyebutkan dalam beberapa hadits tentang perbuatan syaithan dan melarang meniru mereka seperti makan dan minum dengan tangan kiri.Rasulullah SAW bersabda: “Janganlah salah seorang dari kalian makan dan minum dengan tangan kirinya. Sesungguhnya syaithan makan dan minum dengan tangan kirinya”. (HR:Muslim 2019). Sangat disayangkan pada masa sekarang banyak di antara kaum muslimin yang melanggarnya, ada yang disebabkan terlalu menganggap remeh atau bahkan ada yang karena takabbur dan tidak mau menerima kebenaran. Sebab-sebab terjerumusnya kaum muslimin dalam mengadopsi segala hal yang berasal dari Barat dan meniru mereka padahal Nabi SAW telah mengingatkan tentang hal itu.

Pertama: tidak terlalu salah barangkali kalau kita mengatakan bahwa ini telah terjadi, seperti yang disabdakan oleh Nabi SAW. Andaikan belum terjadi, maka hal ini pasti akan terjadi, karena sabda Rasul SAW pasti akan terjadi . Dari Abu Said Al-Khudri ra dari Nabi SAW beliau bersabda: “kalian akan mengikuti jalan-jalan orang yang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta, sehingga jikalau mereka memasuki lobang dhab (nama binatang) niscaya kalian juga akan memasukinya. Kami bertanya : Ya Rasulullah, (apakah mereka ) Yahudi dan Nashrani? Beliau menjawab : Siapa lagi?” Abu Fatimah az-Zahra

Selasa, 22 Januari, 2008 04:56

Pos ini dipublikasikan di Forum Bebas. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s