Sweet Memory with KAMMI

      GambarSeiring awalnya aku mengenal kampus ini, awalnya pula aku mengenal sabahat perjuangannku bernama “KAMMI”. Ku mulai kenal dan tertarik padanya saat aku mengikuti salah satu agenda perdananya yang saat itu disebut Bimtes (Bimbingan tes) masuk IAIN. Aku sangat menikmati perkenalanku pertama dengan KAMMI. Banyak hal yang dapat aku ambil manfaatnya, mulai dari semangatnya sampai ukhuwahnya…So Sweet… banget deh pokoknya…hehe. Sejak saat itu aku pun sudah berniat untuk mengenalnya lebih dalam (weeh…serius banget kayake..) dengan mengikuti agenda besarnya yang ku tunggu-tunggu, yaitu Dauroh Marhalah 1 atau istilah kerennya Training Leadership 1. It is Exciting banget deh..selain dapat bekal materi-materi keislaman seperti Syahadatain, Syumuliatul Islam dll, materi penunjang seperti AMT (Achivement Motivation Training), Enterpreneurship sampai politik juga aku dapatkan disini..(Oke kan..??). Paginya bisa puas jalan-jalan ke hutan bekas kebun binatang lagi…(hehe..padahal gak ada jadwalnya…sstt..!!). Oh ya..yang tak kalah kerennya lagi, sebelum Closing Ceremony ada Simulasi Aksinya (Apaan tuh..aneh-aneh aja..). Hmm…tapi seru juga sih..meski lucu juga pas ngliatin polisi-polisi akhwatnya kita dorong-dorong sampai mau jatuh..(He…begitulah resikonya..!) yang sampai akhirnya para peserta aksi basah-basahan semua karena dilempari air oleh para panitia..(hmm.. jadi gak asyik deh..tapi seru…! Lho…?). Tibalah kemudian dipenghujung acara yaitu Closing Ceremony yang kita tunggu-tunggu karena ada pengumuman peserta lulus dan tidak lulus dalam dauroh tersebut. Satu per satu peserta yang lulus dipanggil dan dengan mengucapkan takbir “Allahu Akbar” sebagai pertanda bahwa dia lulus. Sampailah kemudian namaku dipanggil dan segera aku berucap, “Allahu Akbar” dengan nada yang keras wujud semangat yang membara (Siip lah..!!). Lega dan bahagia rasanya akhirnya aku resmi menjadi sahabatnya “KAMMI” (Hmm..lebay…tapi Luar Biasa!!) .

            Hari demi hari, agenda demi agenda aku rutin mengikutinya sebagai follow up setelah DM 1 kemarin. Ada berbagai macam agenda yang sahabatku adakan sebagai bukti kecintaannya kepada para kadernya untuk membentuk Muslim Negarawan sejati. Kini ku diperkenalkan sekaligus diberikan bekal dari masing-masing departemen dan program kerja yang di buat oleh sahabatku tercinta. Mulai dari departemen kaderisasi yang bertanggung jawab dalam proses pengkaderannya dengan materi ke-KAMMI-an dan suplemen-sulpemennya (sense of KAMMI banget lah..), departemen kajian dan strategis (Kastrat) yang selalu eksis dengan headline news seputar perpolitikan dll (mengasah IQ banget deh..), departemen hubungan masyarakat (Humas) sebagai wajahnya KAMMI yang selalu ceria dengan up date infonya di Blog, FB dll (selalu banyak senyuman pasti…J), departemen sosial masyarakat (Sosmas) dengan kontribusinya terjun langsung membantu masyarakat (berjiwa sosial tinggi tuh…)dan tak lupa kestari yang selalu setia mengurusi masalah kerumahtanggaan KAMMI dengan perpustakaannya yang lima puluh persen isinya skripsi (Hehe..gak ngece, Cuma ngepaske tapi tetep Oke..).

            Sungguh sesuatu luar biasa sekali dari apa yang diberikan sahabatku itu. Selama kurang lebih hampir satu tahun aku bersama sahabatku, banyak hal yang ku dapatkan. Waktu  itu dirasa cukup bekal yang diberikannya kepadaku, padahal aku merasa belum begitu dekat memahami sahabatku itu. Ternyata sabahatku punya cara lain agar aku semakin dekat dengannya, yaitu menjadikanku bagian darinya. Akhirnya setelah satu kepengurusan itu selesai dibentuk lah kepengurusan baru dan aku ditempatkan sahabatku di departemen kaderisasi. Amanah yang tak mudah di departemen ini, karena untuk mewujudkan visi dan misi KAMMI maka kita harus membentuk kader-kader pemimpin (Muslim Negarawan) yang baik secara kualitasnya. Dari awalnya aku yang dikenalkan dengan KAMMI, kini aku harus memperkenalkan dan mengajak orang-orang untuk bergabung bersama KAMMI. Bagaimana aku harus mengajak, menjaga serta membina mereka kini aku mencoba untuk melakukannya. Bekal tentang materi ke-KAMMI-an, keislaman dan suplemen-suplemen yang dulu aku dapatkan kini harus ku berikan kepada kader-kader KAMMI baru yang telah gabung.

Waktu demi waktu aku jalani bersama sahabatku ini ternyata benar bahwa aku semakin paham dengannya. Namun, tidak sampai disini aku benar-benar dipahamkan dengan KAMMI. Setelah satu tahun kepengurusan aku dijadikan staf di kaderisasi, ternyata aku diberi amanah lagi oleh sahabatku dengan menjadikanku kadep kaderisasi. Berat memang awalnya ketika amanah itu diberikan kepadaku, aku merasa belum cukup mampu jika amanah itu aku jalankan. Tetapi, dengan mengucapkan “Bismillahirrahmanirrahim” aku berusaha untuk menjalani amanah ini dengan baik. Ditambah motivasi dari ustadzahku, ku mantapkan diriku untuk mengemban amanah itu. Ternyata bekal yang ku dapatkan selama ini belum cukup bagiku, maka aku diharuskan untuk ikut dauroh KAMMI tahap selanjutnya yaitu DM2. Hmm..lebih berat ternyata materi-materinya dibanding DM1. Semua waktunya dihabiskan dengan materi dan diskusi, jika ada waktu senggang digunakan untuk tilawah atau hafalan (Super sekali…). Suatu pengalaman dan pelajaran yang luar biasa ku dapatkan di dauroh tersebut. Motivasi-motivasi yang ku dapat dari teman-temanku yang hebat tak pernah bisa ku lupakan. Pemahaman yang benar-benar tentang KAMMI aku dapatkan di DM2 ini.  Itulah yang menjadikan sebab mengapa aku harus DM2 sejalan dengan amanah itu diberikan padaku.

Menjadi pengurus harian (PH) mempunyai tanggung jawab tersendiri dalam menjalankan amanah tersebut. Komitmen serta loyalitas harus selalu ada dalam benak kita masing-masing. Aku bersama kedelapan saudaraku berjuang dalam menjalankan roda organisasi ini. Berbagai permasalahan yang ada kami hadapi bersama, walau mungkin banyak perbedaan diantara kita dalam menyikapi permasalahan-permasalahan tersebut. “Dalam dekapan ukhuwah kita tersambung bukan untuk saling terikat membebani melainkan untuk saling tersenyum memahami dan saling mengerti dengan kelembutan nurani…”(DDU_238) mungkin itu kata-kata yang bisa mewakili kebersamaan pengurus KAMMI. Sehingga apapun permasalahannya kita akan tetap disatukan oleh tali ukhuwah berhimpun dalam naungan cinta-NYA (so sweet…deh). Seiring berjalannya waktu, satu tahun kepengurusan itu sudah berakhir. Tiba saatnya laporan pertanggungjawaban itu harus dilaksanakan. Diantara tegang, takut, sedih, dan haru aku rasakan ketika LPJ itu dilaksanakan (kayak gado-gado dong…). Sebenarnya bukan hanya karena para peserta LPJ itu bisa menerima pertanggungjawaban itu atau tidak, namun yang lebih berat lagi adalah pertanggungjawaban ku di hadapan Allah nanti. Karena aku merasa masih banyak kekurangan dari apa yang telah ku lakukan dalam menjalankan amanah ini. Tapi, yang terpenting adalah pengalaman dan pelajaran yang kudapatkan disini.

”Sahabatku …terimakasih atas segala pelajaran dan pengalaman berharga yang telah kau berikan kepadaku. Kau mengenalkan ku akan arti dakwah..,pengorbanan.., perjuangan.., ukhuwah dan lain-lain yang tak bisa ku ungkapkan satu per satu. Semua itu tak kan pernah ku lupakan seumur hidupku..karena itu akan menjadi salah satu file cerita sejarah special dalam hidupku. Jalan dakwah hanya menghendaki orang yang berani menempuh perjalanan, bersedia menggerahkan tenaga, siap mengorbankan jiwa, harta dan segala yang dimiliki berupa waktu, tenaga, kesehatan, ilmu dan lainnya semata-mata untuk mencari ridho Allah [qadhaya al-asasiyyah ‘ala thoriqid da’wah (terjemahan), p.5]

Keep istiqomah..!! J

 

By: Sri Munarsih “Kadept Kaderisasi 2011-2012″

Tulisan ini dipublikasikan di Departemen Hubungan Masyarakat dan tag . Tandai permalink.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s